Sebuah potret memilukan datang dari Dusun Sumbersuko Desa Kesilir Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi. Seorang nenek renta berusia lanjut terpaksa harus tinggal di sebuah gubuk yang sudah tidak layak huni dan nyaris roboh. Warga setempat berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial atau dinas terkait segera memberikan intervensi berupa bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah.
Kondisi rumah Nenek KEMI saat ini sangat mengkhawatirkan dan terancam keselamatan saat dimusim penghujan dan angin kencang dengan dindi separo bata /topengan yang kumu, atap bocor dimana mana dan lantai tanah yang lembab membuat Nenek KEMI rentan terhadap penyakit
Saat dikonfirmasi Ketua DPC Lsm HARIMAU Banyuwangi, ( Yusuf Kurniawan ) mengatakan. Setiap malam Nenek KEMI takut rumahnya roboh. "Jangankan untuk memperbaiki, untuk makan sehari-hari saja saya mengharapkan belas kasih tetangga," ujar Nek KEMI dengan suara bergetar.
Menurut Nenek KEMI kondisi rumahnya sudah banyak diketahui masyarakat bahkan aparatur pemerintah desa, namun masih belum ada perhatian
Menyikapi keluh kesah Nenek KEMI. Ketua DPC Lsm HARIMAU, ( Yusuf Kurniawan ) berharap dan menegaskan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi segera turun tangan. Nenek KEMI ini adalah kelompok rentan yang wajib mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang layak, sesuai amanat UU, " tutur Yusuf
"Kondisi ini sejalan dengan upaya Pemerintah Daerah dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)." lanjut Yusuf
Yusup Irawan berharap dinas terkait, dalam hal ini Pemerintah Desa Kesilir segera melakukan peninjauan lapangan dan memberikan solusi konkret agar Nenek KEMI dapat menikmati masa tua di hunian yang aman dan nyaman."Pungkas Yusug Kurniawan
diriliase mediateropongtimur.co.id
Editor,: Buwang Arifin


