Banyuwangi,www.mediateropongtimur.co.id
Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari bahaya narkotika serta mewujudkan pelayanan pemulihan yang berkeadilan, LSM KOBRA DPC Banyuwangi menjalin komitmen kuat bersama IPWL LRPPN-BI Banyuwangi untuk bergerak bersama dalam misi kemanusiaan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba di wilayah Banyuwangi
Ketua LSM KOBRA DPC Banyuwangi, Daud Djoni WD, dalam pernyataannya mempertegas pentingnya kemitraan yang kokoh antara kedua lembaga ini. Menurutnya, permasalahan narkoba tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kepedulian dan partisipasi menyeluruh dari seluruh elemen masyarakat.
"Kami mempertegas dukungan dan komitmen kami terhadap LRPPN-BI Banyuwangi untuk terus menjalin sinergitas dan kemitraan yang erat. Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk bergandengan tangan memberantas narkoba, khususnya di Banyuwangi yang kita cintai ini," ujar Daud Djoni WD.
Lebih lanjut ia menyampaikan harapan besar agar kerja sama ini tidak hanya berhenti pada kesepakatan, namun mampu memberikan dampak nyata bagi keselamatan masyarakat, terutama bagi generasi penerus bangsa.
"Kami sangat berharap sinergi ini dapat membantu menyelamatkan masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa agar tidak sampai terpengaruh, terjebak, maupun terjerumus ke dalam perangkap narkoba yang merusak masa depan. Generasi muda adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama," tambahnya.
Daud Djoni WD juga menegaskan bahwa kolaborasi ini terbuka luas dan melibatkan berbagai pihak terkait, antara lain pemerintah daerah, jajaran penegak hukum Polresta Banyuwangi, BNN Kabupaten Banyuwangi, serta Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya.
"Kita bergerak bersinergi dengan semua pihak yang berwenang dan peduli, dengan satu cita mulia: mewujudkan Banyuwangi yang aman, tertib, dan benar-benar bebas dari ancaman narkoba," tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua IPWL LRPPN-BI Banyuwangi, M. Hiksan, S.Pd., MM menyampaikan pernyataan yang senada dengan penekanan pada aspek pencegahan dan pendidikan.
Dengan tegas ia menegaskan bahwa sosialisasi dan edukasi harus terus digalakkan hingga ke lapisan terbawah masyarakat.
"Kami menegaskan agar kegiatan edukasi dan sosialisasi senantiasa disampaikan di setiap ruang pembelajaran, di pelosok desa, hingga ke lingkungan masyarakat luas. Hal ini sangat krusial dilakukan untuk bersama-sama menyelamatkan anak-anak kita, terutama para pelajar di berbagai jenjang pendidikan, agar senantiasa terlindungi dan terhindar dari pengaruh buruk narkoba," ungkap M. Hiksan, S.Pd., MM.
Menurutnya, pencegahan adalah langkah paling efektif sebelum terjadinya ketergantungan.
"Kita tidak boleh lelah memberikan pemahaman bahwa narkoba adalah musuh bersama yang harus dilawan dengan kesadaran, pengetahuan yang benar, serta kepedulian yang nyata. Melalui pendekatan edukatif dan pendampingan yang humanis, kita yakin kita bisa menciptakan benteng pertahanan yang kuat bagi putra-putri kita," tambahnya.
Kedua lembaga berkomitmen untuk terus berkoordinasi, mengembangkan program-program yang relevan, dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap diam, melainkan turut aktif menjaga lingkungan agar terbebas dari bahaya narkoba demi masa depan Banyuwangi yang lebih baik, sehat, dan sejahtera.
dirilis: mediateropongtimur.co.id
Editor: Buwang Arifin
