Jember, 15 Oktober 2024,
Acara ngopi bareng sekaligus Nobar kualifikasi piala dunia 2026 inisiasi tim relawan Cabup Fawait - Djoko Susanto sempat ricuh. Pasalnya Hariyanto, seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) depan masjid Al-Amin alun-alun kota Jember mengaku rugi sebab barang yang sudah terbeli oleh relawan Fawait - Djoko tidak sesuai dengan uang yang ia terima dari koordinator ngopi bareng dan Nobar yang terselenggara di depan masjid Al Amin Jember, Kamis malam (10/10/2024)
"Peserta Nobar yakni supir dan kernet bis bergambar Fawait - Djoko minum kopi ke stan saya dan bilang kalau ngopi di acara Nobar gratis. Padahal di sekitar arena Nobar sudah ada 3 stan yang menggratiskan minum kopi, sementara kami bukan bagian dari stan tersebut," ungkap Hariyanto, di depan masjid Al Amin, Jum'at malam (11/10/2024)
Kemudian Harianto berkoordinasi dengan koordinator Nobar dan ada intruksi kalau stan Hariyanto bisa melayani relawan Fawait untuk ngopi gratis. "Untung ada teman yang menyarankan kepada kami agar mengumpulkan bungkus sachetan kopi uang sudah penonton minum, sebagai bukti laporan," terang Hariyanto.
"Kemudian saya melapor jika relawan yang minum di stannya menghabiskan 60-an sachet, dengan perincian harga 4 ribu sebanyak 30 sachet, harga 5 ribu sebanyak 33 sachet dan air mineral 10 botol, totalnya 300 an ribu Rupiah. Namun koordinator Nobar memberi uang 100 ribu dan minta kembalian 10 ribu, jadi awalnya kami menerima 90 ribu," ucapnya.
Pria yang berdomisili di kelurahan Antirogo ini kemudian komplain ke koordinator acara Nobar sebab uang yang ia terima tidak sesuai dengan banyaknya penonton Nobar yang minum di stannya. "Akhirnya pihak koordinator mau melunasi, cuman saya hanya minta tambahan 100 ribu, agar urusan tidak berkepanjangan," tuturnya.
"Koordinator Nobar bilang kami hanya mendapat jatah 20 sachet setelah acara usai, sementara penontonnya ratusan. Posisi stan saya sangat dekat dengan bis relawan Fawait, sehingga banyak yang minum ke stan saya, bahkan ada 1 orang yang minum kopi sampai 2 hingga 3 gelas," ucapnya.
Hariyanto berharap agar kejadian yang ia alami tidak terulang lagi saat ada event nobar ke depannya. "Harus diperbaiki lagi koordinasinya," pungkasnya.
Pewarta: Tim Media Teropong Timur
