Banyuwangi,www.mediateropongtimur.co.id.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi ( Ruliyono SH ). menyangkal Voic Note WA Group Partai menyebut bagi- bagi Pokir yang prosentasenya diberikan kepada calon legeslatif yang tidak terpelih oleh rakyat di pemilu 2024.
Ruliyono menjelaskan, untuk kader Partai Golkar yang terpilih masuk parlemen seluruhnya ada fakta integritas.Nantinya akan di tanda tangani dihadapan Notaris. Para caleg terpilih harus mewujudkan janji politik mensejahterakan masyarakat lewat badan hukum usaha Koperasi.
"Maksud utama itu jangan sampai orang yang mencalonkan DPR dari Golkar dilupakan yang jadi. Yang jadi DPRD tidak bisa jadi sendiri tanpa suara dari yang tidak terpilih", Kata Ruliyono lewat Via Ponsel.
Lanjut Ruliyono, menyangkal, hal tersebut tidak benar, " wong pembahasan APBD aja belum," katanya, saat di konfirmasi media ini lewat Whats App, pada hari Kamis (15/8/ 2024).
Seperti yang di beritakan Voice Note (VN) grup berisi suara mirip seorang petinggi partai 'beringin' berinsial (R) di Kabupaten Banyuwangi tentang dugaan bagi-bagi pokir bocor di publik. Dialog grup milik partai ini isinya bertolak belakang dengan isu partai anti korupsi.
Dialog VN whatsApp beranggotakan para calon legislatif partai itu terjadi pasca Pemilu legislatif 2024 digelar.
Berikut isi Voice petinggi Partai Golkar, assallamualikum buat caleg- caleg partai " Beringin"mohon ini penting, untuk semua caleg mohon untuk berlomba- lomba cari suara terbayak semua caleg karena nanti untuk caleg yang gak jadi, syukur - syukur kalau jadi tapi semua Allah yang menentukan, yang penting kita usaha dengan sekeras kerasnya, jadi nanti Pokirnya itu tak prosentase, itukan, katakanlah Pokir bribadi, seng gak jadi - jadi iku pasti mendapatkan Pokir, dan yang menanggung yang jadi, selanjutnya nanti siapapun yang jadi langsung saya bawakan notaris harus tandatangan menanggung orang- orang yang dak jadi, dan itu di Notaris, jangan harap nanti yang tidak tandatangan dengan notaris di lantik, dak saya ajukan mohon diperhatikan,".
( Haris)
