kode kode panjang URL GAMBAR

Sosialisasi Bahaya Narkoba Menuju Desa Bersinar. Pemdes Purwoasri Tegaldelimo Gandeng LRPPN-BI Banyuwangi

Media Teropong Timur
Oleh -
0


Banyuwangi,www.mediateropongtimur.co.id.

Pemerintah Desa (pemdes) Purwoasri Kecamatan Tegaldelimo Banyuwangi adakan sosialisasi menuju Desa Bersinar (Bersih Narkoba) pada hari ini Jumat 14 Juni 2024  menggandeng Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahguna Narkoba Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI) Banyuwangi yang diadakan di aula Balai Desa Purwoasri

Kepala Desa Purwoasri (Sutrisno) melalui Sekertaris Desa (Mujiono) kepada Wartawan teropong timur news dan Radar Bhayangkara Indonesia menjelaskan. Sosialisasi pencegahan bahaya narkoba di Desa- nya dilakukan yang ke dua kalinya mengundang hadirkan narasumber dari LRPPN-BI Banyuwangi. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian Pemdes Purwoasri Kepada Warga Masyarakat, khususnya Masyarakat Desa Purwosari, "ungkap Mujiono

Mujiono mengatakan, Desa Purwoasri ada anggaran Dana Desa untuk di gunakan kepentingan masyarakat, utamanya kegiatan sosialisasi ini, berharap agar semua Masyarakat
khususnya anak anak muda tidak sampai menjadi korban penyalahguna narkoba

Alhamdulillah kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang dilakukan para team narasumber LRPPN -BI ini sangat positif dan bermanfaat, yang Insya Alloh apa yang telah dilakukan nantinya bisa digethok tularkan kepada warga yang lain dari Desa Purwoasri. " pungkas Mujiono.


Dalam kesempatan itu Ketua LRPPN-BI Banyuwangi (Mohamad Hikhsan) Melalui Agus Hariyanto Selaku Divisi Humas memaparkan, "mengingat Jawa timur di tahun 2023-2024 masih menduduki posisi pertama dari peredaran narkoba tentunya kita harus lebih waspada lagi, apalagi Banyuwangi daerah transit yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Bali, besar kemungkinan narkoba narkoba tersebut akan di selundupkan lewat perairan pada jalur jalur tikus, "ungkap Agus

Banyuwangi ini sudah dua Kecamatan yang mempunyai lebel merah dan nyaris hitam terkait peredaran narkotika, diantaranya Kecamatan Muncar dan Genteng, maka dari itu lewat sosialiasi ini kami memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya di Desa Purwosari Kecamatan Tegaldlimo agar tetap waspada dengan memberikan kontrol kepada keluarga sebagai proteksi agar keluarga tidak terjebak atau menjadi korban penyalahguna narkotika

"Secara kebetulan wilayah Kecamatan Tegaldlimo adalah wilayah terdekat dengan Kecamatan Muncar,
menurut data di lapas kelas II A di Banyuwangi saat ini telah di huni sekitar 1.18 000 warga binaan, nah dari angka tersebut sebanyak 712 orang warga binaan mereka yg terjerat kasus narkoba artinya 70% di lapas kelas II A Banyuwangi dihuni oleh terpidana kasus narkoba, diantaranya bandar, pengedar maupun kurir."ungkap Agus

Menurut saya sebagai divisi Humas, tidak terjadi keseimbangan dengan korbannya, jika terpidana kasus narkoba saat ini mencapai 70% harusnya korban dari penyalahguna narkotika lebih dari 70% yang mestinya harus direhabilitasi, tapi fakta yang ada mestinya semua tempat rehabilitasi yang di Banyuwangi ini sudah over kapasiti, akan tetapi nyatanya tidak sampai mencapai 20% korban narkotika yang di rehabilitasi. "menurut Agus

"Maka dari itu, saya sebagai divisi
Humas menghimbau kepada warga atau masyarakat Purwoasri khususnya apabila ada salah satu anggota keluarganya yang diduga atau dicurigai menggunakan narkoba alangkah baiknya segera melapor kepada Lembaga Rehabilitasi agar segara mendapatkan penanganan, sehingga dapat segera di pulihkan dari ketergantungan narkoba

"Karna di Banyuwangi sudah ada tempat Rehabilitasi Narkoba yang sudah mendapatkan lebel IPWL dari Kemensos RI sekaligus dinyatakan sebagai tempat Rehabilitasi terpadu dan berstandar Nasional Indonesia yang saat ini menampung puluhan pasien penyalahguna Narkoba,"pungkas Agus

Melalui sambungan Watshaap-nya, Ketua LRPPN-BI Banyuwangi, ( Moh Ikhsan, MM ) kepada awak media teropong timur news, Buwang Arifin menyampaikan, para pasien yang di rehab di panti LRPPN ini dan yang sudah kembali kepada orang tuanya di harapkan dapat beraktifitas kembali normal seperti sedia kala setelah pulih dari ketergantungan, bagi para pasien yang masih status pelajar dapat terus menempuh pendidikan untuk mencapai tujuan yang lebih baik, dan setiap peristiwa akan membawa hikmah kedepan lebih baik lagi, "ungkap Moh Ikhsan

Dan kepada institusi pemerintah Banyuwangi yang sudah menyambut baik dan selalu memberi semangat serta berbagi motivasi dan dedikasi, baik penyuluhan, pembinaan serta bantuan. Kami selaku Ketua LRPPN-BI tak luput mengucapkan banyak terimakasih,"pungkasnya

Dirilis media teropongtimurnews
Editor: Buang Arifin

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)