Peran strategis Sekretaris Daerah [ Sekda ] dalam memajukan Kabupaten Banyuwangi menjadi bahasan utama dalam diskusi penting yang berlangsung di Swiss-Belhotel Kalibata, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Pengamat Kebijakan Publik [ Andah Wibisono AP, S.H., Mhum ] berdiskusi secara mendalam bersama Inspektorat TNI AL [ Laksamana Nur Syawal Embun ], membahas kriteria dan tugas pokok sosok Sekda yang ideal bagi kemajuan daerah.
Dalam pemaparannya, Pengamat Kebijakan Publik Andah Wibisono menegaskan bahwa kehadiran Sekda yang tepat sangat menentukan arah pembangunan Banyuwangi ke depan. Sosok inilah yang akan menjadi penggerak utama birokrasi agar daerah ini bisa melangkah lebih maju, berkembang, dan sejahtera.
Poin paling penting yang disorot dan sering kali terlupakan pun kembali ditekankan: “Siapa yang sebenarnya harus dilayani oleh seorang sekda?" Menurutnya, tugas utama dan hakiki Sekda bukanlah sekadar melayani kepentingan pimpinan daerah atau kelompok tertentu saja, melainkan kepentingan dan kebutuhan seluruh masyarakat Banyuwangi lah yang harus menjadi prioritas utama.
“Sekda adalah pemegang kendali birokrasi. Peran utamanya adalah memastikan pemerintahan berjalan efektif, kebijakan tepat sasaran, dan hak-hak masyarakat terpenuhi. Jangan sampai lupa, bahwa kita ada dan bekerja untuk rakyat," tegas dalam diskusinya
Selain itu, disampaikan pula harapan besar agar Sekda terpilih nanti mampu membangun komunikasi yang lancar, luwes, dan efektif ke segala arah. Baik komunikasi dengan pimpinan, dengan jajaran birokrasi, maupun yang paling penting, dengan masyarakat luas. Komunikasi yang baik adalah kunci agar aspirasi tersampaikan dan pelayanan berjalan mulus.
Tak kalah penting, dalam diskusi itu juga disampaikan tuntutan agar penyelenggaraan pemerintahan dan sistem birokrasi di Banyuwangi harus dipermudah. Prosedur yang berbelit-belit harus dipangkas, dan pelayanan harus dibuat lebih sederhana, cepat, serta mudah diakses oleh masyarakat. Birokrasi yang rumit hanya akan menghambat laju pembangunan dan kenyamanan warga.
Laksamana Nur Syawal Embun dalam tanggapannya juga sepakat bahwa birokrasi yang sehat ditandai dengan pelayanan prima dan kemudahan akses, di mana peran Sekda sangat sentral sebagai jembatan antara kebijakan dan kebutuhan rakyat.
Sebagai penutup, Pengamat Kebijakan Publik Andah Wibisono AP, S.H., Mhum berharap sosok Sekda Banyuwangi ke depan benar-benar mengemban amanah ini dengan baik: mengutamakan rakyat, berkomunikasi terbuka, dan berani menyederhanakan birokrasi demi mewujudkan Banyuwangi yang lebih maju dan unggul.
dirilis mediatetopongtimur.co.id
Editor: Buwang Arifin
