Situbondo,www.teropongtimurtimur.co.id.
Warga Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, Situbondo, pasangan suami istri Nitro Sono dan Kusmiati (Sakit lumpuh) RT.01 RW.01 dusun Krajan Barat terlihat memprihatinkan.
Hal tersebut dikarenakan pasangan suami istri ini saat mendapat bantuan bapang sudah setahun dicabut, hidup di dapur, kondisi istri sakit lumpuh.
Hal tersebut menarik perhatian aktivis LSM Teropong Wahyudi dan Karsono saat mendatangi kediaman Nitro Sono.
"Benar pak, saya hidup di dapur selama bertahun-tahun, saya sudah setahun bantuan bapang untuk keluarga saya dicabut oleh Pemdes Panji Lor tanpa alasan yang jelas, saya mengeluhkan juga tidak pernah mendapat bantuan RTLH, MCK pak, saya harus mengeluh kepada siapa kalau tidak kepada Kepala Desa Panji Lor dan perangkat desa, saya berharap di tahun-tahun mendapatkan bantuan kembali bapang, RTLH atau MCK pak" ujar Nitro Sono dengan penuh harap
Aktivis LSM Teropong akan berupaya menyampaikan aspirasi warga kepada Pemdes Panji Lor agar warga desa Panji Lor ini mendapatkan hak yang sama dengan warga lain.
Hal tersebut bertolak belakang, karena bantuan RTLH yang dari dinas Perkim kabupaten Situbondo tidak pernah tersentuh, yang dari RTLH dana DD tidak dapat, serta berharap mendapatkan MCK serta bapang,.mengingat keadaan ekonomi yang minim.
Justru yang mendapat bantuan MCK sesuai hasil investigasi di lapangan perangkat desa Panji Lor yang kehidupannya mapan malah mendapat bantuan dan warga yang ekonominya menengah juga dapat.
Maka selayaknya, warga Nitro Sono yang hidup serba kekurangan mendapat ate si dan perhatian pihak Kabupaten Situbondo dan Pemdes Panji Lor.
Atas kejadian yang terjadi, para aktivis LSM Teropong akan berusaha membantu mengawal aspirasi warga Panji Lor sampai hak-haknya didapat.
Saat kepala desa Panji Lor dimintai konfirmasi via telpon masih belum ada jawaban.
Pewarta : tim
