kode kode panjang URL GAMBAR

Aktivis LSM Teropong akan Melaporkan Kades Ketowan ke Inspektorat Daerah dan DPRD Situbondo

Media Teropong Timur
Oleh -
0
 


Situbondo,www.mediateropongtimur.co.id 

Aktivis LSM Teropong Wahyudi sekjen pusat dan Didik Supriyadi kecewa atas pelayanan yang dilakukan oleh kepala desa Ketowan dan perangkat desa terkait pelayanan Publik.

Aktivis yang extrem ini (Wahyudi selaku sekjen pusat) bersama Didik Supriyadi, Suyono hari ini, Rabu, 16 Oktober 2024 mendatangi kantor desa Ketowan, kecamatan Arjasa, Situbondo untuk meminta pelayanan publik terkait mendampingi salah seorang warga desa Ketowan (Ibu Sanira) terkait permasalahan waris tanah.

Kekecewaan nampak jelas adanya penolakan kepala desa Ketowan yang tidak memperbolehkan masuk ke ruang kepala desa Ketowan tempat dilaksanakannya mediasi antara ibu Sanira bersama saudara-saudaranya terkait masalah warisan atas tanah yang terletak di desa Ketowan, kecamatan Arjasa, Situbondo.


"Benar, hari ini kami mendatangi Balai desa Ketowan untuk mendampingi warga desa Ketowan ibu Sanira untuk mediasi terkait masalah waris dan jual beli tanah. Saya sudah menemui kepala desa Ketowan dan menunjukkan surat kuasa pendampingan, namun kepala desa menolak kami masuk, makanya saya menempuh jalur melaporkan kepala desa Ketowan ke DPRD kabupaten Situbondo, Pj. Bupati Situbondo, Camat Arjasa, Inspektorat kabupaten Situbondo, agar diberi peringatan sebagaimana diamanahkan dalam Perdes Nomor 6 dan 43 tahun 2014 tentang desa dan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik agar kepala desa yang diduga tidak memberikan pelayanan publik ini diberi sanksi tegas yang telah tidak etis menolak melayani para aktivis dalam proses mediasi" jelas Wahyudi dengan kesal.

Saat kepala desa Ketowan ditemui dan aktivis sekjen pusat LSM Teropong dan media Teropong Timur News di dalam ruangan, kepala desa Ketowan menolak menerima para aktivis LSM Teropong untuk mendampingi proses mediasi antara para ahli waris almarhum Ardimuna Taliha, tanpa alasan yang jelas.

"Ini menurut saya diduga indikator buruk tentang pelayanan publik yang dilakukan oleh kepala desa Ketowan dan perangkat desa kalau tidak saya laporkan/adukan akan menjadi penilaian jelek menurut saya tentang pelayanan publik padahal kepala desa Ketowan dan perangkat desa Ketowan itu digaji oleh uang rakyat untuk memberikan pelayanan kepada rakyat bukan diktator, arogan, diskriminasi," imbuh Wahyudi sekjen pusat LSM Teropong dan sekjen pusat media Teropong Timur News se-Indonesia.

Pewarta : Tim Media Teropong Timur

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)