Pada hari ini 9 September 2024
kegiatan rutin di Padepokan Mas kembali disorot oleh Teropong Timur News dalam wawancara eksklusif dengan Guru Besar (Gubes) Ki Mangun.
Acara yang dipimpin langsung oleh Ki Mangun ini didampingi Hyang Samber Nyowo, Bapak Antoni, dan Bapak Nuryanto, tak lain bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai ajaran Suwung dan kodam diri.
Dalam wawancara, Ki Mangun menjelaskan bahwa kodam diri merupakan energi spiritual yang menggerakkan kehidupan seseorang, seperti seorang dalang yang mengendalikan wayang.
"Kodam diri ini sangat penting karena membantu kita mengenal jati diri dan bagaimana kita menjalani hidup ini," ujar Ki Mangun.
Fokus utama dari kegiatan ini, menurut Ki Mangun, adalah untuk mengenali dan memperkuat kodam diri.
"Namun, ia mengingatkan bahwa pembelajaran kodam ini penuh tantangan, karena bisa membuka interaksi dengan kodam jin jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Oleh karena itu, peserta harus fokus pada penguatan kodam diri sebelum melangkah lebih jauh dalam spiritualitas."menurutnys
**Meditasi Suwung: Pintu Menuju Kesadaran Spiritual**
Topo Suwung, atau meditasi dalam keadaan hampa, menjadi dasar penting dalam ajaran Suwung di Padepokan Mas. Ki Mangun menjelaskan bahwa Suwung bukan sekadar kekosongan, tetapi juga kekosongan yang penuh makna. Meditasi ini bertujuan untuk mengaktifkan cakra-cakra dalam tubuh, yang menjadi kunci menuju pencerahan dan kedamaian batin.
"Kami mengajarkan tata cara meditasi yang sederhana, cepat, dan efektif agar peserta bisa langsung merasakan manfaatnya," jelas Ki Mangun.
**Antusiasme Peserta dan Harapan Masa Depan**
Selama wawancara, Ki Mangun juga menyampaikan bahwa para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka telah menerima panduan meditasi melalui grup komunikasi dan langsung mempraktekkannya. Banyak peserta yang melaporkan bahwa mereka mulai merasakan sensasi fisik selama meditasi, terutama di tangan.
"Kami selalu mengingatkan untuk tetap tenang dan tekun, karena ini baru tahap awal. Nanti akan ada tahapan yang lebih mendalam," kata Ki Mangun.
Di akhir wawancara, Ki Mangun berharap kegiatan ini dapat membantu peserta lebih mengenal diri mereka sendiri dan mencapai kedamaian spiritual. Ia juga menegaskan bahwa ajaran Suwung bukan hanya tentang kosong, tetapi tentang menemukan makna dalam kekosongan. Padepokan Mas berencana untuk melanjutkan kegiatan ini dengan pembelajaran yang lebih mendalam di masa depan.
Wawancara ini ditutup dengan ucapan terima kasih dari Ki Mangun, dan semoga Padepokan Mas terus berkembang sebagai tempat untuk menemukan pencerahan spiritual.
Penulis: Nisa

