Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Indonesia [ YLBHI ] Banyuwangi, Doni Pranesta,SH.,C.Neg dan beberapa rekanan Advokat yang tergabung di YLBHI menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak [ BBM ] jenis Pertamax yang terus melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Ia secara tegas menyatakan tidak sependapat dengan kebijakan kenaikan harga tersebut
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga BBM. Menurutnya, kebutuhan akan BBM sangat vital dalam roda perekonomian, sementara kondisi daya beli masyarakat saat ini dinilai belum pulih secara maksimal. Jika harga terus dibiarkan naik, ada berbagai risiko dan dampak negatif yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas: Berikut dampak bagi masyarakat
*Beban pengeluaran bertambah*
Masyarakat pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya lebih besar hanya untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga menyisihkan anggaran untuk kebutuhan pokok lain seperti makan, pendidikan, dan kesehatan
*Biaya transportasi melonjak*
Kenaikan harga BBM biasanya akan diikuti dengan kenaikan tarif angkutan umum dan biaya pengiriman barang. Akibatnya, harga kebutuhan pokok di pasaran juga berpotensi ikut naik.
*Menghambat mobilitas dan usaha*
Bagi pekerja, pedagang kecil, dan pelaku usaha, biaya operasional menjadi lebih mahal. Hal ini bisa membuat kegiatan usaha terganggu, pendapatan menurun, dan pertumbuhan ekonomi melambat
*Memperberat kelompok rentan*
Masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya, karena sebagian besar pendapatan mereka habis untuk menutupi biaya hidup yang semakin mahal. Oleh
karena itu, ia menekankan pentingnya harga BBM yang terjangkau agar mobilitas warga dapat kembali normal dan perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar tanpa terbebani biaya yang terus meningkat
diriliase mediateropongtimur.co.id
Editor: Buwang Arifin
