kode kode panjang URL GAMBAR

Belajar Bertani: Lahan Pekarangan Berhasil di Olah Jadi Sumber Penghasilan

Media Teropong Timur
Oleh -
0


Banyuwangi,www.mediateropongtimur.co.id

Siapa bilang lahan sempit tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal? Pengalaman yang dialami oleh Bapak Sumaidi Prayitno, SE seorang seniman sekaligus Sekretaris Jenderal Yayasan Advokasi dan Keadilan Doni Cahaya Persada, membuktikan bahwa ketekunan dan keinginan mencoba hal baru bisa mengubah hal sederhana menjadi sesuatu yang bermanfaat

Berawal dari rasa iseng dan keinginan mencoba hal berbeda, Bapak Sumaidi memulai langkahnya dengan membeli beberapa bibit cabai hibrida yang sudah dikemas dalam kantong polibek. Tanpa memiliki pengalaman bertani sebelumnya, ia memberanikan diri menata dan menanam bibit-bibit tersebut di lahan pekarangan depan rumahnya yang hanya berapa meter saja
“Pada awalnya hanya ingin mencoba saja, tidak ada target khusus. Saya hanya merawatnya secara rutin dengan perawatan sederhana yang saya pelajari sedikit demi sedikit,” ungkap Sumaidi.


Alhamdulillah, usaha yang dilakukan tidak sia-sia. Pertumbuhan tanaman cabai tersebut terlihat sangat baik, subur, dan menghijau sepanjang waktu. Bahkan, keindahan dan kesuburan tanaman itu pun menarik perhatian warga sekitar yang kerap melewati rumahnya. Banyak tetangga yang datang bertanya, tertarik melihat bagaimana lahan sempit itu bisa ditumbuhi tanaman yang terawat dengan baik

Bagi Bapak Sumaidi, keberhasilan ini bukan sekadar soal hasil panen yang bisa mendatangkan pemasukan tambahan. Lebih dari itu, ia ingin membagikan semangat ini kepada warga sekitar. Menurutnya, masih banyak lahan kosong atau pekarangan rumah yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Harapan saya sederhana saja. Semoga apa yang saya lakukan ini bisa menjadi contoh bagi warga yang memiliki lahan kosong, sekecil apa pun. Jangan biarkan tanah itu menganggur. Jika ditanami tanaman seperti cabai atau tanaman lain yang bernilai ekonomi, maka ia bisa menjadi sumber penghasilan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya dengan semangat.

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita bisa membuka peluang baru. Bagi Bapak Sumaidi, peran sebagai seniman tidak menghalanginya untuk menjadi petani pekarangan, dan justru kegiatan ini memberinya makna baru: berkarya tidak hanya di atas kanvas, tetapi juga di atas tanah yang subur." pungkasnya


diriase mediateropongtimur.co.id
Editor: Buwang Arifin
Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)