kode kode panjang URL GAMBAR

Doni Pranesta S.H, Jejak Sang Pioner Selalu Melawan Arus Politik Demi Kepentingan Rakyat

Media Teropong Timur
Oleh -
0


Banyuwangi,www.mediateropongtimur.co.id

Dalam catatan sejarah "Doni Pranesta,
S.H. yang kritis dan penomenal. Ia bukan sekadar profesi seorang Lawyer melainkan sang pendobrak keadilan yang dikenang warga masyarakatnya atas kepiawean dan kinerjanya 

Lahir dari keluarga agamis, putra seorang yang tumbuh dengan nilai-nilai nasionalisme yang kental. meski sempat pakum beberapa bulan menjadi seorang Lawter, ikatan batinnya masih kuat dengan rekan sejawatnya tak pernah luntur.

Keajaiban politik saat ini

Doni Pranesta mendirikan salah satu organisasi YLBHI [ Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Indonesia ] tanpa syarat di pilih sebagai Waketum. Betapa tidak, meski baru beberapa hari berdirinya YLBHI beliau sokses dalam membantu kepentingan masyarakat kurang mampu umumnya, walau menghadapi tantangan yang begitu melelahkan, justru berhasil dalam menjalankan amanahnya sebagai pendamping hikum 

Pondasi utama dan riwayat Doni Pranesta,S.H

Selalu memprioritaskan kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan hukum

Meski sempat pakum beberapa bulan menjadi seorang Lawyer masih dikenang, dan dirasakan manfaatnya oleh klien-nya, dan kedepan beliau akan mendampingi masyarakat atas lahan HGU yang hingga kini di kuasai PT. Makarti

Ketegasan dalam tanggung jawabnya sebagai seorang Lawyer

Ia berani menghadapi tantangan baik terhadap siapapun meski hal ini membuatnya sering bersitegang dengan banyaknya tantangan, beliau terus memperjuangkan keadilan. Pada akhirnya, membuktikan bahwa ia tidak memiliki niat jahat, semua dilakukan demi kesejahteraan dan kepuasan masyarakat

Memilih jalan hidup tenang:

Doni Pranesta, mendirikan Yayasan Bantuan hukum agar bisa  mendedikasikan ilmunya dengan membantu warga menyelesaikan masalah di lingkar umum. Ia tetap dikenang sebagai sosok pendamping  yang berani mengambil resiko demi kepentingan masyarakat


diriase mediateropongtimur.co.id
Editor: Buwang Arifin


Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)