Situbondo,mediateropongtimur.co.id
Pembangunan Mega proyek bandara KASA di Banongan, desa Wringinanom Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo yang diprediksi menelan anggaran triliunan rupiah disambut gembira oleh masyarakat Situbondo.
Begitu halnya aktivis LSM Teropong Wahyudi, Dicky Edwin, Junaidi, Karsono memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya, terobosan mas Bupati mas Rio dan Wabup mbak Ulfi dalam pembangunan bandara KASA di Banongan, yang dapat berdampak sistemik bagi masyarakat kabupaten Situbondo khususnya dalam bidang transportasi, penyerapan tenaga kerja, mendongkrak PAD.
Aktivis LSM Teropong dalam hal pengiriman urugan galian C baik berupa batu, urugan tanah sirtu tetap menyoroti adanya dugaan-dugaan yang perlu diluruskan.
Maincon / PT. Naura dalam hal ini selaku pelaksana proyek patut dipertanyakan terkait Surduk yang dikantongi oleh para penambang-penambang galian C yang mengirim material ke proyek bandara KASA di Banongan.
Hasil investigasi, fakta di lapangan ada urugan, galian C yang tiap hari mengirim ke lokasi proyek dari arah selatan kabupaten Situbondo diduga dari kabupaten Bondowoso dan Jember dan dari Paiton, yang patut dipertanyakan dan diduga tidak mengantongi izin galian C.
Bendera PT yang dipakai untuk mengirim material galian C, Surduknya ada beberapa yang legal sesuai titik koordinat dan surduk sesuai, namun ada dugaan ada yang tidak mengantongi izin.
Temuan dan dugaan tersebut harus dilakukan evaluasi pihak Maincon, jangan sampai proyek Strategis Nasional yang anggarannya diduga dari dana Hibah atau APBN mempergunakan urugan galian C yang diduga ilegal atau tidak mengantongi izin dari Kementerian ESDM.
Pentingnya peran serta masyarakat mengawasi jalannya pembangunan bandara KASA di Banongan agar tidak ada dugaan pelanggaran di lapangan.
Sampai berita ini diberitakan, awak media masih belum bisa mengkonfirmasi Maincon /PT. Naura.
Pewarta : junaidi
