Beredarnya kabar berita yang diunggah dibeberapa media online yang berjudul *Oknum Pers dan Oknum Kanit Lantas Diduga Terlibat Jual Beli Surat Tilang di Banyuwangi. dibantah oleh Angga*
Sebagai mana dalam isi berita tersebut bertuliskan oknum sekretaris media online, *Angga
Setya Budi SH* diduga terlibat jual beli surat tilang yang di gunakan untuk jual beli mobil bodong, dan surat tilang tersebut dibeli ke Kanit lantas persatu lembar surat tilang seharga Rp 150 ribu yang biasanya pesan 7 -10 tiap bulan. Dan menurut saksi AR, Angga mengaku anggota BIN dan memiliki motor patwal dari satuan pomal yang nangkring diteras rumahnya. Menurut Angga tidak benar
Setelah dikonfirmasi awak mediateropongtimur.co.id melalui sambungan whatsapp nya, Angga mengatakan berita yang dituduhan itu tidak benar
"Kronologi awal tentang masalah yang terjadi itu diceritakan angga kepada awak media teropong timur*
"Awal mula dari tiga teman saya yang melaporkan masalah saya ini dulu sama sama anggota dari media infopol.co.id, dan mereka punya masalah sendiri sendiri hingga sama pimpinan kita beliau bertiga dikeluarkan. Yang satu mengaku
anggota Polda Jatim hingga
memeras tengkulak pertalite, dan yang satu lagi saya tidak tahu masalah apa dengan pimred saya, dan yang satu lagi menuduh saya mendapat uang atensi dari Polsek Gilimanuk sebesar 1 Milyar. Dan tuduhan yang dituduhkan ke saya itu tidak benar. "ungkap Angga
*Terkait dugaan terlibat jual beli surat tilang yang mencatut nama Kanit lantas menurut Angga tidak benar*,
"Kata Angga. Saya hanya dua kali minta bantuan buat surat tilang dari sudara kanit lantas karena bertujuan membantu teman saya yang surat pajaknya mati,
Lebih jauh dipertanyakan apakah sudara kanit ada keterlibatan seperti yang ditulis didalam isi pemberitaan tersebut..???, dijawab Angga tidak. Justru saya mintak bantuan buat surat tilang itu buat kepentingan
teman, tak lain adalah orang yang minta surat tilang itu sendiri, dia yang butuh dan minta tolong tapi dia sendiri yang melaporkan. "kata Angga
Dan satu lagi, saya tidak pernah mengaku ngaku seperti yang di tuduhkan kepada saya, mereka bertiga hanya sakit hati dan bergabung buat menjatuhkan saya, tegas Angga saat dikonfirmasi
*Selanjutnya Angga mengakui*.
Saya akui saya memang punya motor bekas motor dari Pomal, tapi sudah saya rubah sesuai kapasitas saya, yang awalnya warna putih saya speet warna hitam dan tidak ada atribut apapun yang nempel, hanya helm nya saja yang masih belum saya rubah, itupun motor tidak pernah saya pake dan juga sudah saya jual
"Dan saya tidak pernah jual beli mobil bodong, justru pelapor lah yang jual beli mobil bodong/ leasing,... justru mereka membalikkan fakta...Mereka sendirilah yang kerjaannya Debtcollektor, habis ambil barang orang tidak disetor keperusahaan , tapi di jual sendiri.
"Silahkan cek di Polsek Purwoharjo, sudah banyak laporan masyarakat yang sudah menjadi korban penipuan Arik Matius Efendi, "tegas Angga kepada media
"lanjut Angga. Saya pribadi tidak pernah memakai surat tilang, dikarenakan mobil saya mobil lengkap, saya hanya beberapa kali membantu orang yang melaporkan tersebut."pungkas Angga
Dirilis mediateropongtimur.co.id
Editor: Buwang Arifin
