Banyuwangi,www.mediateropongtimur.co.id
Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi melalui Patih Senowangi yang dijabat oleh Bapak Suko Prayitno resmi menggelar tahap penyeleksian calon penari Gandrung Sewu tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema "KEMBANG DERMO" ini berpusat di Aula SMKS Muhammadiyah 2 Genteng dan diikuti sebanyak kurang lebih 400 peserta yang berasal dari empat wilayah Kecamatan, meliputi Kecamatan Sempu, Kecamatan Genteng, Kecamatan Tegalsari, serta Kecamatan Gambiran.
Sebelum proses penyeleksian dimulai, acara diawali dengan sambutan dari pihak tuan rumah yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKS Muhammadiyah 2 Genteng [Bapak Muhammad Wahid]. Beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak sekolah sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan seleksi ini, sekaligus menyambut hangat kehadiran seluruh peserta, tim penyeleksi, pendamping dari setiap kecamatan serta seluruh tamu undangan yang hadir.
"Kami sangat bangga dan bersyukur SMKS Muhammadiyah 2 Genteng dipercaya menjadi tempat pelaksanaan seleksi penari Gandrung Sewu tahun ini. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan penari-penari terbaik yang mampu mengharumkan nama budaya Banyuwangi. Perkenankan juga saya memperkenalkan beberapa jurusan unggulan yang tersedia di lingkungan sekolah SMKS Muhammadiyah 2 Genteng yang senantiasa kami siapkan untuk mencetak generasi muda yang terampil, berkarakter dan berbudaya luhur," ujar Muhammad Wahid.
Proses penilaian berlangsung secara objektif dan teliti oleh tim penyeleksi yang telah ditetapkan, yang terdiri dari pendamping Dinas Pariwisata Banyuwangi Bapak Bigi, jajaran Patih Senawangi yang dipimpin langsung oleh Suko Prayitno, beserta masing-masing pendamping dari keempat kecamatan pengirim peserta.
Dari keseluruhan peserta yang mendaftar dan tampil, akhirnya terpilih sebanyak kurang lebih 150 peserta yang lolos ke tahap selanjutnya.
Dalam penyampaiannya selaku ketua tim penyeleksi, Suko Prayitno menguraikan makna serta filosofi mendalam dari tema "KEMBANG DERMO" yang diusung pada penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini. Tema tersebut diambil dari kata mendermakan, yang bermakna memberikan sesuatu seikhlasnya dan tanpa pamrih.
"Filosofi Kembang Dermo ini kami harapkan dapat meresap ke dalam hati setiap generasi muda, khususnya adik-adik yang memiliki karunia dan bakat menari. Semoga kemampuan yang dimiliki ini didermakan dengan sepenuh hati, tenaga dan pikiran yang tulus untuk terus melestarikan, merawat serta menghidupkan kembali warisan budaya leluhur Banyuwangi. Gandrung bukan sekadar tarian, melainkan identitas kita, dan pemuda-pemudi inilah yang akan menjadi benteng agar budaya ini tidak hilang tergerus zaman," jelas Suko Prayitno.
Sementara itu, Koordinator sekaligus Narahubung dari Kecamatan Genteng, Drs, Joko Mulyono, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik. Ia menambahkan, penunjang sarana prasarana yang memadai menjadi salah satu pertimbangan utama sehingga lokasi ini ditetapkan sebagai pusat seleksi.
"Terima kasih banyak kepada pihak SMKS Muhammadiyah 2 Genteng yang telah menyambut dan memfasilitasi kegiatan ini dengan sangat baik. Aula yang cukup luas, tata letak yang nyaman hingga area parkir yang memadai sangat mendukung kelancaran seleksi. Tujuan utama dari kegiatan ini tentu untuk menjaring penari-penari terbaik yang akan tampil memukau dalam Festival Gandrung Sewu 2026 nanti, 'ungkap Drs Joko Mulyono
"Harapan kami yang paling besar, melalui dukungan para penari pilihan terbaik hasil seleksi ini, Gandrung Sewu tidak hanya dikenal dan dibicarakan di tingkat nasional saja, melainkan mampu menembus kancah dunia dan menjadi kebanggaan Banyuwangi di mata internasional," tandas Joko Mulyono.
Kegiatan seleksi ini berjalan dengan penuh semangat, tertib, dan tetap menerapkan nilai-nilai sopan santun serta kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Banyuwangi
dirilis mediateropongtimur.co.id
Editor: Buwang Arifin

