Banyuwangi,www.mediateropongtimur.co.id
Lembaga Institusi Wajib Lapor, Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia [ IPWL LRPPN-BI ] Banyuwangi kembali menggelar kegiatan bimbingan dan pembinaan, kali ini dalam bentuk seminar bertema “Rehabilitasi Residen & Keluarga: Penguatan Diri Bagi Peserta yang Naik Tahap Program”. Kegiatan berlangsung khidmat di Aula LRPPN Jalan Sawo Indah, Kabupaten Banyuwangi, dan diikuti secara antusias oleh sejumlah residen yang sedang menjalani proses pemulihan serta para keluarga pendamping. (29/05/2026)
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua IPWL LRPPN-BI Banyuwangi, [ M. Hiksan, M.Pd., MM ] didampingi jajaran staf pelaksana, tenaga konselor, tim pendamping, serta tenaga ahli dokter dan psikolog yang bertugas di lembaga
tersebut. Kehadiran seluruh elemen pengelola ini menjadi bukti keseriusan lembaga dalam memastikan setiap tahapan rehabilitasi berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan para residen.
Dalam sesi utama seminar, para narasumber yang terdiri dari dokter dan psikolog memaparkan materi mendalam mengenai kondisi kesehatan fisik maupun kesehatan psikis [mental dan emosional ] para residen pasca menjalani tahap awal, yaitu program stabilisasi.
Dijelaskan bahwa tahap stabilisasi adalah pondasi utama di mana residen mulai dibebaskan dari ketergantungan dan mulai menata kembali kondisi tubuh serta pikiran agar seimbang
Para tenaga ahli menjelaskan perubahan-perubahan yang wajar terjadi pada diri residen, cara mengelola emosi, mengenali tanda bahaya jika muncul keinginan kembali menggunakan, serta pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga kestabilan kesehatan ini.
“Pemulihan bukan hanya soal fisik yang bersih, tapi juga fikiran yang tenang dan jiwa yang damai. Kesehatan fisik dan psikis itu saling berkaitan, satu sama lain tidak bisa dipisahkan," ungkap salah satu psikolog dalam pemaparannya
Penyampaian lengkap Ketua IPWL LRPPN-BI Banyuwangi pada kesempatan tersebut:
Ketua IPWL LRPPN-BI Banyuwangi, [ M. Hiksan, M.Pd., MM ] M. Hiksan, M.Pd., MM., menyampaikan pemaparan yang sangat rinci, luas, dan mendalam mengenai seluruh mekanisme, tata cara, hingga regulasi yang berlaku dalam pelaksanaan rehabilitasi di lembaganya. Ia menegaskan bahwa LRPPN-BI bergerak berlandaskan aturan resmi dan standar pelayanan yang bertujuan memulihkan fungsi sosial setiap individu.
“Hadirnya kami di sini adalah wujud tanggung jawab negara dan masyarakat untuk membantu saudara saudara kita yang sedang berjuang kembali ke jalan yang benar. Semua proses yang kami jalankan, mulai dari penerimaan, asesmen, program stabilisasi, hingga tahap lanjut atau pemulihan, semuanya sudah terikat dalam regulasi yang ketat namun tetap manusiawi. Kami tidak sekedar menampung, tapi mengayomi, membimbing, dan memulihkan," tegas M. Hiksan
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa naiknya seorang residen dari program stabilisasi ke tahap selanjutnya merupakan pencapaian besar yang patut disyukuri, namun sekaligus menjadi tantangan baru. Di tahap ini, bimbingan akan lebih diarahkan pada pembentukan karakter, keterampilan hidup, serta penguatan keimanan dan nilai agama. Regulasi mewajibkan lembaga untuk memastikan setiap residen benar-benar siap kembali ke masyarakat, mampu berinteraksi dengan baik, dan tidak lagi menjadi beban atau bahaya bagi lingkungannya.
“Kami sangat berharap para residen memahami setiap aturan yang ada di sini. Aturan dibuat bukan untuk mengekang, tapi untuk melindungi proses kesembuhan kalian. Setiap langkah yang diambil ada tujuannya , ada manfaatnya. Kalian adalah aset yang sedang diperbaiki, ada tujuannya, ada manfaatnya. Kalian adalah aset yang sedang diperbaiki , potensi yang sedang dikembalikan agar bisa berguna kembali bagi keluarga dan bagi daerah Banyuwangi ini. Kami komitmen penuh, staf, konselor, dokter, semua yang ada di sini mendampingi kalian benar benar pulih dan mandiri," tambah M. Hiksan panjang lebar
Ia juga mengapresiasi kehadiran keluarga dalam kegiatan ini, sebab peran keluarga dalam konsep Residen & Keluarga sangatlah krusial. Keberhasilan rehabilitasi sangat bergantung pada dukungan penuh dari rumah tangga dan lingkungan terdekat
Pesan menyentuh dari salah satu seorang Residen memasuki sesi akhir acara yang menjadi momen yang paling menyentuh hati
Salah satu residen yang telah dinyatakan naik program maju kedepan memberikan kesaksian dan harapannya. Dengan suara bergetar penuh kesungguhan, ia menyampaikan tekad yang kuat setelah nanti menyelesaikan masa rehabilitasi
“Setelah saya selesai dari sini, harapan saya yang paling utama adalah melakukan segala kebaikan. Saya berjanji tidak akan lagi tergoda, tidak akan berpengaruh hal-hal buruk yang hanya merugikan diri sendiri, menyakiti orang tua, dan merusak masa depan. Saya sadar betul kesalahan saya dulu," ujar residen tersebut
Ia pun menyampaikan pesan yang sangat dalam dan mengajak seluruh teman-temannya sesama residen untuk menanamkan hal yang sama. Menurutnya, kunci kekuatan untuk berubah dan bertahan dalam kebaikan terletak pada ibadah, terutama shalat
.
“Saya mengajak teman-reman semua , mari kita tekun beribadah, utamanya mendirikan sholat. Tampa sholat, kita tidak akan mampu menahan diri, kita tidak akan kuat bertaobat, dan sulit rasanya untuk terus melakukan hal-hal kebaikan. Sholat adalah tiang kami, penyejuk hati kami, dan pengingat kami bahwa ada tuhan yang harus kami patuhi. Semoga kamu semua bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi," ungkapnya diiringi tepuk tangan haru dari seluruh yang hadirin
Kegiatan seminar ditutup dengan sesi tanya jawab ringan dan doa bersama, serta pengecekan kondisi kesehatan sederhana oleh tim medis. Kegiatan ini sekali lagi menegaskan peran IPWL LRPPN-BI Banyuwangi sebagai lembaga yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan mental, sosial, dan spiritual demi terciptanya warga Banyuwangi yang sehat, mandiri, dan bermartabat
diriliase mediateropongtimur.co.id
Editor: Buwang Arifin




